Said Sani Kukuhkan Pengurus MAA Gayo Lues

oleh -37 views
banner 970x250

BLANGKEJEREN, KabarGalus.com | Wakil Bupati Gayo Lues, H Said Sani, kukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA). Pengukuhan pengurus Majelis sebanyak 35 orang itu, dilaksanakan di Oproom Kantor Keistimewaan Aceh Gayo Lues, Rabu (12/2/2020).

Dalam laporannya, Sekretaris MAA, Kasim Junaidi, SE, menguraikan, secara umum pemilihan unsur pimpinan MAA ini dilakukan oleh anggota Majelis itu sendiri. Alhasil, terpilihlah sebagai Ketua MAA Gayo Lues, Drs Zulkifli Zain, Wakil Ketua 1, H Rabusah, Wakil Ketua 2, Tengku Idris. Bahkan ditahun ini, keterlibatan perempuan diwakili Delapan orang, rincinya.

Wakil Bupati Gayo Lues, H Said Sani, dalam arahannya menyebutkan, dalam mewujudkan Negeri yang Islami Mandiri dan Sejahtera, tentu tidak terlepas dari peranan Adat. Oleh sebab itu, dengan pengukuhan kepengurusan Majelis Adat Aceh Gayo Lues ini, Adat-adat yang ada di Desa bisa terus dilestarikan.

“Perkembangan era tehnologi digital dewasa ini, tentu memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi termasuk budaya Asing yang dikhawatirkan bisa mempengaruhi Budaya kita yang ada di Gayo Lues. Untuk itu MAA dituntut mampu mengcounter masuknya pengaruh Budaya asing ke Kabupaten berjuluk Negeri Seribu Bukit dan Seribu Hafizd ini,” pintanya.

Terlebih sambung Said, peran MAA kedepan sangat dinantikan kiprahnya, untuk melestarikan Adat budaya yang terbukti mampu sebagai salah satu solusi mempersatukan masyarakat, sampainya.

Ketua MAA Gayo Lues terpilih, Drs Zulkifli Zaini, mengatakan, dalam upaya melestarikan adat budaya yang sudah terkikis dan hampir punah, kedepannya akan digali kembali Adat-adat tersebut untuk dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda Gayo Lues.

“Untuk menggali adat budaya yang hampir punah ini, tentu langkah awal yang akan kami lakukan dengan melakukan diskusi. Kemudian, menggelar seminar terhadap hasil yang didapat, selanjutnya kita sosialisasikan kepada masyarakat, sehingga adat budaya Gayo Lues yang telah terkikis bahkan sebagian telah sirna, bisa diperkenalkan kembali terutama kepada generasi milenial,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *